Selasa, 09 Juni 2009

Melihat Malang Tempo Sekarang: Bergaya







Foto-foto ini menunjukkan kota Malang yang bergaya atau bapak, Om Daniel, dan Tante Fanni yang bergaya...??? Betul! Emang kami lagi kompak pengen nampang bareng dengan beberapa situs kota Malang. Udah lama banget kayaknya gak punya foto dengan background kota Malang. Lumayan dalam perjalanan dinas, presentasi SELC dan rapat persiapan seminar kerja sama ACSI Indo dan IMAKRIS UM dan BINA BANGSA CHRISTIAN SCHOOL di sekolah Bina Bangsa di kawasan Tidar, hari Jumat 5 Juni 2009 lalu, bapak dan teman-teman menyempatkan nampang bareng dengan latar belakang Kampus SAAT, Stadion Gajayana, Stasiu Kota Malang, dan Bakpao Telo. Dan almamater bapak, SMA Negeri 4 Malang.

Pembekalan Orang Tua, Persiapan Camp Sekolah Minggu GKI PTI di Trawas






Minggu, 7 Juni lalu bapak dan ibu menghadiri pembekalan bagi orang tua, yang anak-anaknya duduk di kelas 4 s/d 6 SD. Acara diselenggarakan oleh komisi Anak GKI Pondok Tjandra Indah (PTI) Waru Sidoarjo. Raras akan ikut acara Camp SM pada tanggal 14-16 Juni 2009 yad di Trawas. Ini adalah pengalaman Raras pertama kali ikut Retreat. Pdt. Emiritus Sucipto memberikan pembekalan untuk para orang tua. "Pernahkan anak-mu memergokimu berdoa dan menyebut nama mereka?" demikian pertanyaan Pak Cip membuka sesi pembekalan itu. Ditunggu sesaat tidak ada yang menjawab, Pak Cip mulai geleng-geleng kepala, uts.... bapak langsung aja komentar,"Kalo dipergoki tidak pernah, Pak Cip. Tapi jika mereka mendengar langsung ya setiap hari, karena kami kan berdoa bersama mereka." Hehehehe............

Ya, bapak langsung ingat, setiap malam sebelum tidur, atau pagi hari sebelum kita berangkat beraktivitas, bukankah kalian, Raras Gagas mendengar langsung bapak dan ibu menyebut langsung nama-nama kalian. Dan bapak ibu pun mendengar langsung dari doa kalian, karena kalian mendoakan bapak ibu tiap hari. Terima kasih, sayang. Kalian telah berdoa untuk bapak, ibu, bahkan Kakung, Uti, dan Mbak Yanti tiap hari. Kekuatan kita memang dari berdoa, anak-anak. Di dalamnya kita beroleh kekuatan karena kita mengucapkan syukur atas berkat-berkat Tuhan dalam situasi baik atau tidak baik waktunya, berkat yang mengalir dalam suka dan duka, anugerah Tuhan menguatkan kita setiap hari, kita bersukur untuk itu.

Terima kasih, Sayang, Kalian telah menjadi anak-anak yang manis bagi bapak dan ibu. Rajinlah dan setialah berdoa selalu. Berdoa juga menjadi refleksi bagi kita, bahwa masih banyak tingkah polah kita yang harus kita perbaiki agar Bapa di surga tersenyum melihat ulah kita.
I love you, Ras Gas!!

Kapan acara semacam gini diadakan lagi, Pak?






"Kapan acara semacam gini diadakan lagi, Pak? " Begitu pertanyaan Gagas kepada bapak, sementara bapak masih memegang stir vario, berkendara dari rumah Pak De Isaac dalam perjalanan pulang, Minggu, 7 Juni 2009 lalu. Tampaknya Gagas seneng banget ketemu dengan temen-temen barunya. Ada Danny, Unique, dan Agnes, anak-anak dari Tante Ennis. Lalu ada Egar dan Anne, anak-anak dari Tante Asri dan Om Pam. Sementara para orang tua sedang sibuk berdiskusi menyiapkan acara Reuni, mereka asyik bermain ke sana kemari. Rupanya keceriaan separoh hari itu sangat berbekas pada Gagas, ia menikmati betul pengalaman barunya.

Oke, Sayang, kamu akan sering bermain bersama mereka nanti, karena bapak ibu dan teman-teman bapak ibu telah bersepakat bahwa bersilatuhrami itu penting.

Bersyukurlah, bahwa kalian punya komunitas yang saling menghangatkan. Jagalah persaudaraan dan pertemanan menjadi hangat selalu, anak-anakku. Bapak dan ibu juga sedang belajar melakukannya.

Kamis, 28 Mei 2009

Raras rekreasi ke Batu

Pagi ini Raras bersama teman-temannya di kelas 6 SDN Buncitan berangkat menuju kota Batu. Meski diiringi para gurunya dalam iringan 2 bus, berangkat dari Sedati Sidoarjo menuju wilayah Malang Raya. Rasanya ati ini sumendal banget. Dalam usia hampir 12 tahun, Raras baru kali ini bepergian tanpa diiringi orang tua atau sanak saudaranya, pengalaman pertama baginya, tapi begitu dinantinya dengan keriangan luar biasa sejak beberapa hari lalu. Tadi malam ibu dan Mbak Yanti tertawa terbahak-bahak, melihat baju yang disiapkan Raras, cukup untuk 3 hari. Padahal Raras nanti sore udah balik pulang. Hehehahahhohohoho.... gak papa Sayang, itu namanya persiapan dengan matang.
Selamat berekreasi ya. Sayang... Selamat mengeksplorasi Jatim Park, Agrowisata, kebuh teh, dan pasar selekta!
Sepulang nanti, ceritakan semua pengalamanmu ya........

Rabu, 27 Mei 2009

Menilik Teman Bapak Ibu




Kalian punya sahabat baik, Raras dan Gagas? Siapa teman baikmu itu? Sudah pernah berkunjung ke rumah temanmu itu? Cobalah sesekali berkunjung, bapak mau kok mengantar. Seperti halnya bapak dan ibu, yang juga punya banyak teman baik. Salah satunya adalah pasangan suami istri Om Agus dan Tante Ennis. Tante Ennis adalah teman seangkatan ibu tatkala kuliah di Universitas Negeri Malang. Dan teman sepelayanan dalam persekutuan mahasiswa Kristen. Lulus kuliah pun kami masih terus berkomunikasi, hingga hari ini. Kami mulai mengenal Om Agus sejak pacaran dengan Tante Ennis, lalu memiliki buah hati 3 orang, si Danny, Agnes dan Unique.

Hari Sabtu, 23 Mei lalu kami berkunjung, bukan hanya bapak dan ibu yang berkunjung, tapi ada juga Pakde Sigit dan Bude Denok, Pakde Isaac, Om Pambudi dan Tante Asri beserta 2 buah hati mereka, si Egar dan Anne. Kami silih berganti berkunjung sekalian ngobrol mempersiapkan pertemuan alumni PMK_IMAKRIS UM tanggal 27-28 Juni 2009 nanti.

Wah, sayang kalian tidak bisa ikut, jadi gak bisa ngramein suasana, dan nyicipi masakan Tante Ennis yang dikenal jago masak ini. Ya, udah pasti kalian tidak ikut, kalo ikut mau naik sepeda motor berempat, wah.... kasihan ibu yang duduk paling belakang, pasti akan paling sering teriak, pelan! pelan! Hahahahaha....... Maaf, ya sayang, bapak belum bisa menyediakan kendaraan yang memuat kita berempat kalo bepergian bersama. Jadinya kita tidak pernah bepergian bersama berempat deh..... Hehehehehe...... kecuali peri ke gereja di GKI PTI. Nah itu mau tidak mau kita harus duduk berempat, meski sebenarnya bapak udak kuatir sekalo disemprit Pak Polisi. Lalu apa yang bapak katakan kalo distop dan ditilang ama Pak Polisi. Ya... bapak akan bilang aja..."maaf ya Pak kami udah kebelet memuji Tuhan di Gereja, dan punyanya ya hanya Vario ini untuk berempat, kalo mau ditilang ya monggo........."

Mari syukuri kenikmatan ini, anak-anakku. Kenikmatan berinteraksi dengan teman-teman kita, kenikmatan berinteraksi dengan Tuhan kita, bagaimana pun kondisi kita.

Selamat belajar, Sayang.

Jumat, 15 Mei 2009

Rapat Panitia Reuni 9 Mei


Raras dan Gagas, met pagi sayang! Bapak baru balik dari SMP Kr. Petra 5 mengambil seragam sekolah untuk Mbak Raras. Wah, bapak merasa senang sekali, tidak terasa sebentar lagi Raras udah kelas 7. Dan Gagas pun mau masuk kelas 3. Terima kasih, anak-anak. Bapak gembira karena kalian bertumbuh dengan sehat dan mau rajin belajar. Bapak bersyukur tidak melihat kalian punya penyakit malas. Enggan baca buku, enggan mengulang materi pembelajaran, enggal mencoba hal baru, wah syukur deh..... semoga kalian terus bertumbuh dalam berkat dan hikmat Tuhan. Mau mendengar sabda Tuhan dan belajar melakukan.

Melakukan kesalahan itu bukan hal yang tabu dan nampak menjijikkan, anak-anak. Itu adalah hal biasa yang orang lakukan jika mau berusaha mengerjakan hal baru. Kalian pun juga tidak perlu kuatir jika suatu saat melakukan kesalahan, lalu sedih, dan akhirnya malah menyusahkan banyak orang atau merugikan orang lain. Melakukan kesalahan itu bisa diatasi dengan mencoba melakukan hal serupa dan memperbaikinya agar kesalahan tidak terulang. butuh keberanian untuk mencoba hal itu lagi, anak-anakku. Tapi tidak mengapa, lakukan saja, dan kalian bisa mendapat pengalaman baru, bahwa kita pun bisa belajar dari kesalahan. Mengerti bahwa kalian salah adalah perlu. Memahami kelemahan diri, kekurangan diri, dan mencoba melakukan lebih baik harus menjadi semangant kalian dalam mengerjakan apa pun. Lakukan lagi, lakukan lagi, hingga mencapai yang terbaik. Yang harus dihindari adalah tidak mau mendengar ide baik orang lain, tidak mau dengan pesan atau nasihat orang lain. Suka semau gue, dan memaksakan kehendak, nah.... itu yang harus dihindari....

Tidak selalu kalian bisa belajar hal tertentu dengan sukses, kadang kita juga menemui sesuatu yang sulit sekali kita pelajari. Tidak apa apa jika kalian berhenti untuk tidak lagi mengerjakannya, dan baru....... suatu waktu kalian mencoba lagi.

Raras Gagas, bapak hanya pengen bilang pagi ini, kalian telah menjadi anak-anak yang manis bagi bapak dan ibu. Kadang bapak dan ibu punya kemauan yang harus kalian lakukan, kadang juga bapak ibu membebaskan kalian melakukan apa yang kalian suka. Kalian harus megerti bahwa kita hidup di masyarakat, ada yang harus kita lakukan meski kita tidak suka, atau sebaliknya ada yang perlu kita jauhi dan tidak sesekali melakukannya lagi, karena itu tidak baik bagi sesama. Mengontrol dan mengendalikan diri untuk belajar mencapai cita-cita dengan langkah-langkah gontai tapi terus maju, adalah lebih baik dari pada semangat yang menggebu lalu padam. Pelan-pelan kalian akan belajar mengerti ini........

Sekarang.....ya....waktunya untuk belajar dengan bermain.....!! Selamat bersenang-senang, Sayang. Tuhan Yesus mengasihi kalian; anak-anak yang mau belajar dan tidak gampang patah semangat!


Dadaag.....

I love U.


Nb. Coba lihat foto teman-teman bapak ibu yang rapat di rumah kita tanggal 9 Mei lalu! Tampak semangat dan optimis mengerjakan pekerjaan besar, yang tantangannya luar biasa! Dan kalian, anak-anak, teruslah bertumbuh dalam permainan BELAJAR DAN BERMAIN!

Sabtu, 02 Mei 2009

Salam bapak dari pulau Galang Batam untuk Raras dan Gagas









Hai, sayang, seusia memberi materi untuk seminar Guru-guru di sekolah Basic di Batam Center, bapak menikmati keindahan pulau Batam, Tongtong, Relang, dan pulau Galang. Di pulau Galang bapak menikmati betul betapa alam ini bisa memberi teguran dan pemeliharaan luar biasa bagi manusia. Rasgas, di pulau Galang ini, pernah tinggal para pengungsi dari Vietnam pada tahun 1979. Kapal yang tampak di foto itu pernah dinaiki 200 orang. Sebagian mati dalam perjalanan. Mereka atas seizin pemerintah Indonesia, karena permintaan PBB tinggal di pulau Galang sampai tahun 1996. Kalian lihat, masih banyak peninggalan yang berdiri kokoh. Ada wihara, gereja katolik, gereja protestan (tidak bapak foto, karena sudah rusak berat, dan jalan menuju ke sana penuh semah belukar), penjara, barak pengungsi, rumah sakit, pemakaman, dll.
Apa yang bisa kamu pelajari dari foto-foto saksi perjalanan derita kaum pengungsi Vietnam ini, anak-anakku? Tentang Domisili, hunian, komunitas pergaulan, dan keteguhan memegang kebenaran. Nikmati dan syukuri kalian bisa tinggal di desa Pepe saat ini, nikmati dan syukuri kaliana bisa tinggal di komunitas Puri Permata Regency sekarang ini, bergaullah dengan ramah kepada setiap temanmu di kompleks, dan lakukan segala sesuatu yang dan dengan benar, anak-anakku.

Seperti foto bapak di jambatan Barelang, jembatan yang menghubungkan pulau Batam dengan pulau Tongtong dan pulau lainnya ini, hidup kita sangat indah, anak-anak, nikmati dan sykuri, tetapi juga kerjakan tugas dan kewajibanmu dengan sungguh-sungguh. Mari songsong hari yang selalu memberi kesempatan baru bagi kita, dan mari kita kerjakan bagian kita dengan sebaik-baiknya.
I love you, sayang!
Bapak mau jalan-jalan lihat Nagoya ya! pusat kota Batam.

Salam,
bapak dari sepanjang perjalanan mengeliling pulau Batam dan sekitarnya.

Kamis, 16 April 2009

MENJEMPUT MATAHARI



Matahari di balik desa Pepe kccamatan Buncitan. Desa di mana Raras dan Gagas tinggal dalam 2 tahun terakhir. Desa yang sangat berdekatan dengan pantai, dinaungi oleh panas terik yang makin lama membiasa menyertai aktivitas warga.
Setiap pagi Raras Gagas, melewati samping pematang sawah menengok dari balik kaca mobil antarjemput, menatap mentari pagi, memandang cukup lama, dan menangkap bias sinarnya, Sungguh pemandangan yang mengagumkannya.
Pepe, Desaku. Sedati kecamatanku, di tanah ini kaki ku dibantu dan diasah dalam kesulitan dan kemudahan, tantangan dan kesempatan hidup.

Rabu, 25 Maret 2009

Mengapa Harus Belajar di Sekolah Kristen?

Tulisan ini bapak tulis untuk Raras.
Bulan Januari 2009 Raras udah diterima di sekolah SMP Kristen Petra 5. Mengapa kamu tidak bapak-ibu sekolahkan di SMP Negeri? Ini prinsip bapak-ibu, hanya di sekolah Kristen kamu dapat pelayanan perpaduan iman Kristen dengan kurikulum akademik. Kamu dapat secara tepat menangkap gambaran integrasi antara Alkitab yang membawa pengetahuan kepada Yesus Kristus dan kebenaran Alkitab untuk menunjang semua formasi pikiranmu yang sedang mencari-cari untuk mengetahui dunia ini.
Di sekolahmu kelak kamu akan mendapatkan lingkungan yang dapat mengubah personalitas kehidupanmu sebagai remaja. Visi tentang anugerah Tuhan melalui Kristus mungkin terlihat sekilas, tapi semakin hari kamu semakin mendalami karakter yang dieksplorasi, kasih dan integritas dipindahkan dari prinsip ke tindakan dalam kehidupanmu. Integrasi Alkitab akan terjadi secara alamiah. Hal ini hanya dapat dilakukan oleh para pendidik yang beriman kepada Yesus Kristus.
Mengapa kamu tidak perlu ke sekolah negeri? Atau sekolah swasta nonKristen? Bahkan ada teman-teman bapak yang berpendapat, mementahkan keinginan kami untuk menyekolahkanmu di sekolah Kristen. Pertanyaan mereka, bagaimana mungkin seorang pelajar Kristen dapat menyesuaikan diri terhadap “dunia nyata” jika mereka tak bersekolah di sekolah yang mengajarkan pandangan-pandangan nonKristen?
Sebuah pohon yang ditanam di tanah yang kering hasilnya akan berbeda dengan pohon yang ditanam di lahan yang subur. Bertentangan dengan beberapa hal yang dipercaya, kita tak dapat bertumbuh melalui perlawanan. Anak-anak tak dapat berkembang jika mereka menolak makan . Pertumbuhan mereka dihasilkan dari makanan bergizi dan kasih sayang. Alkitab selalu menggambarkan bahwa hidup ini adalah peperangan. Prajurit tak dapat dilatih di wilayah musuh. Sekolah adalah tempat pelatihan itu Tujuan utama dari sekolah Kristen adalah untuk mengajak para murid untuk menyiapkan siswa-siswi untuk hidup dan tak menyesuaikan diri dengan dunia ini. Alkitab berkata agar kita tak menjadi serupa dengan dunia (Roma 12:2a), tapi pada saat yang sama kita juga disiapkan untuk hidup berkemenangan di dalam dunia ini. Perhatikanlah yang ditulis Lukas dalam Perjanjian Baru,”Saat seseorang menyelesaikan pelajaran ia akan sama dengan gurunya (6:40). Secara sederhana dapat dikatakan bahwa jika bapak dan ibu menginginkan Raras untuk hidup secara kristiani, maka Raras juga harus diajar secara kristiani pula.
Inilah perkembangan pikiran kami, bapak -ibu, Ras! Dulu bapak-ibu sekolahkan kalian di sekolah Kristen. Raras dari TK hingga kelas IV. Gagas TK A dan TK B. Lalu rumah kita pindah jauh dari sekolah kalian, bapak ibu kasihan jika kalian tetap sekolah di tempat yang sama, SD Kristen Petra 11, di Dukuh Kupang sana. Jika berangkat dari Desa Pepe Sedati ke Dukuh Kupang, kalian harus dijemput jam setengah 6 pagi, dan baru pulang jam 4 sore. Oleh karena itu kalian bapak-ibu pindahkan ke SD Negeri yang dekat rumah. Itung-itung kesempatan berharga bagi kalian untuk mengenal teman-teman dari desa yang sama, kampung yang sama, dan tinggal di rumah mewah yang sama, mewah betul, mepet sawah betul! Karena kalian bisa bereksplorasi di sawah dan sungai.
Nah, sekarang, Raras sudah hampir lulus kelas 6. Masuklah di sekolah Kristen kembali. Mulai belajar tentang bagaimana hidup dikelas integrasi Alkitabiah dalam seluruh pembelajaran.
Apakah ini sekolah yang terbaik? Barangkali bukan atau belum, tapi ini adalah tempat terbaik yang kamu bisa manfaatn sebagai lingkungan belajar sekarang! Mari bersama belajar terus tentang Pelajaran Hidup Bersaksi, Bersekutu, dan Melayani, bersama Kristus, anakku!
Bapak-ibu juga sedang melakukannya sekarang.

Senin, 23 Maret 2009

Menemani Guru-guru di Palu Belajar "Classroom Discipline"















Hai, sayang, dari Makasar, bapak udah sampai di Palu. Dan sekarang udah menunaikan tugas dalam ODE Seminar di salah satu ruang sekolah Gamaliel Palu. Dalam foto kalian bisa lihat, para peserta, yang adalah Guru-guru di Palu sedang asyik menyimak materi yang Bapak ajarkan. Habis melayani mereka, bapak berputar mengelilingi Palu. Wah.....asyiiiiikkkkk....... Kapan-kapan Gagas dan Raras mau ke Palu? Bapak takjub melihat kota Palu, yang kecil dikelilingi oleh pegunungan dan sebuah teluk. Kalian bisa lihat di foto, betapa bagus jika tempat ini dikelola menjadi tempat wisata yang edukatif dengan piranti kebaharian. Sayang belum ada investor yang tertarik. Syukur ada Pak Rio, yang mengantar bapak jalan-jalan di sepanjang pantai dan mengelilingi lereng pegunungan di Palu. Salam sayang bapak dari Palu buat kalian dan ibu. Terus belajar giat ya, biar kapan-kapan kita bisa ke Palu lagi bersama-sama. Dadaaaggg.........!!




Jumat, 06 Maret 2009

Bertemu Om David di Seminar ACSI di Pekanbaru




Wah, ini laporan yang tertinggal sayang. Pertemuan bapak dengan Om David di Pekanbaru. 23-24 Februari 2009 bapak ngisi salah satu sesi dalam One Day Education Seminar ACSI Indonesia di Pekanbaru. Ini merupakan kegiatan kerjasama ACSI dan Sekolah Kristen Kalam Kudus Pekanbaru. Om David, teman bapak semasa jadi mahasiswa di Universitas Negeri Malang angkatan 1988, adalah Pelaksana Teknis Sekolah Kalam Kudus di Pekanbaru. Om David juga orang Malang, lho, sekota dengan bapak. Kapan-kapan kalian bisa ngangsu kawruh kepadanya ya. Pak David sangat pintar dalam bidang fisika dan pengalaman dalam memimpin sekolah.

Oh, ya bapak juga menyempatkan mampir ke SMPN 10 Pekanbaru, di sana ada Bude Wahyu. Bude Wahyu adalah kakak tingkat bapak di jurusan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia IKIP Malang skrg UM. Tuh lihat di foto, ada Bude Wahyu sedang ngajar di kelasnya.
Kamu pengen tahu perpustakaan Umum Pekanbaru yang konon desainnya paling unik se-Indonesia? Coba lihat! Itu adalah model meja untuk baca kitab zaman dulu.

Udah ya......

Dadaaag.....

Rabu, 18 Februari 2009

Di Tengah Persekutuan Mahasiswa IMAKRIS Tahun 90-an












Anak-anakku, Raras dan Gagas, pada foto di atas kalian bisa menemukan mana bapak dan ibu?? hayo bisa gak? Foto-foto itu adalah kenangan pada sekitar tahun 90-92, hampir sembilan belas tahun yang lalu....!!! Wuih, lama banget ya!! Saat itu bapak dan ibu sedang belajar bagaimana melayani Tuhan lewat studi dan persekutuan mahasiswa Kristen.
Ada banyak suka duka. Bapak yang kuliah sambil nyambi kerja. Bapak pernah melakoni pekerjaan di 8 tempat sekaligus, kuliah dan melayani di IMAKRIS. Begitu sulitnya, membagi waktu, sementara bapak harus mengembangkan diri dalam keterampilan kerja, menambah uang saku untuk biaya transportasi pelayanan, dan harus menunaikan kuliah. Di sepanjang tahun itu, hampir setiap hari bapak bisa oper bemo sampai 8-10 kali. Itu demi bapak bisa belajar berorganisasi, belajar bekerja, belajar menjalin interaksi, dan supaya bapak bisa aktif di persekutuan.
Puji Tuhan, bapak memiliki teman-teman yang sangat baik. bapak belajar banyak pada mereka. Bapak nyantrik pada senior-senior bapak yang telah lebih dulu berpengalaman. Oleh karena itu anak-anakku, jadilah rendah hati. Belajarlah pada siapa pun, bekerjalah dengan sungguh-sungguh. Layanilah dengan tulus. Carilah ilmu ke mana pun. Dan bersiaplah membaginya kepada siapa pun dan di mana pun.
Bapak masih ingat, di tengah rutinitas studi dan pelayanan, ibu kalian sering sakit, makanya hampir tak bisa lepas dari jaket, selalu, setiap hari mengenakan jaket. Tapi ibu tetap menunaikan kewajibannya dengan baik. Itu yang membuat bapakmu ini terkesan. Semangatnya itu lho yang bapak kagumi. Ibu yang bisa meraih predikat lulusan terbaik di jurusannya itu, ternyata masih memiliki kerendahhatian untuk mau melayani orang lain. Bapak baru menemukan 'hati emas'nya itu tatkala bapak sudah merampungkan semua tugas pelayanan. Dan jadilah kalian, Raras Gagas, yang adalah berkat luar biasa dari Tuhan untuk kami berdua, bapak ibu, yang telah bertemu di kampus dan di IMAKRIS.
Tanggal 27-28 Juni 2009 nanti, akan ada Reuni. Bapak sudah tidak sabar bertemu dengan teman dan saudara yang telah banyak menolong bapak dan ibu untuk bertumbuh di kampus.
Teruslah belajar dengan giat dan senang, anak-anakku! Tuhan akan mencukupkan hikmat dan kuasa yang kau butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan besarmu!
bapak ibu sayang kalian!



Jumat, 30 Januari 2009

Bersama Haryadi, Dulu Murid Sekarang Teman




Pada saat pelaksanaan 5th Anniversary ACSI Indonesia Kamis, 15 Januari 2009 lalu, bapak sempat beraktivitas bersama lagi dengan Haryadi. Kalian masih ingat dengan Haryadi, murid bapak semasa bapak masih mengajar di SMA Kristen Petra 1 dulu? Bapak dulu sering cerita kalo bapak punya murid yang sangat pintar, kreatif, dan penuh semangat dalam melaksanakan program ekstrakurikuler dan OSIS. Lalu bapak sering mengajaknya untuk aktif dalam beberapa kegiatan kreatif di sekolah. Masih ingat? Pernah bapak temani bareng saat latihan teater, bikin mading, lomba debat,dll.
Nah, dia sekarang udah lulus dari London School. Bapak sangat bangga padanya. Dia telah menyelesaikan kuliah dalam kondisi paling berat, karena sempat ditinggal Papanya, menghadap Bapa di Surga. Haryadi sengaja bapak mintai tolong untuk mendokumentasikan kegiatan HUT ACSI di Hotel Menara Peninsula Jakarta. Sekalian reuni setelah beberapa tahun tidak pernah bertemu.
Lihatlah di foto, Haryadi masih nampak nyeni, meski tidak lagi bergelut dalam dunia teater. Sesuai jurusannya di advertising, dia sekarang telah bekerja, mendedikasikan tenaganya untuk meraih cita-citanya. Bapak sangat berterima kasih kepadanya, karena meski sudah tidak lagi dalam komunitas bersama, kami masih bisa bersinergi.
Anak-anakku, beginilah hidup, kalian akan bertemu dengan seseorang yang datang dari masa lalu, dan hadir kembali menemani kita di masa kini, kembali menjadi bagian dari diri kita.
Oleh karena itu, bapak berpesan, bersahabatlah dengan total, bangunlah apa yang bisa kalian lakukan untuk teman-teman atau sahabat-sahabatmu tersebut. Karena buah persahabatan itu akan kekal, jika kita melakukannya dengan tanpa pamrih. Lakukan yang terbaik untuk setiap relasi kalian dengan siapa pun. Yang terbaik! Meski itu tidak selalu menjadi yang baik dan terbaik bagi sahabat kita itu.
Pertemanan bapak dan Haryadi menjadi contoh, meski dulu murid, sekarang tak sulit untuk menumbuhkannya menjadi seorang sahabat. Lebih dari sekadar teman! Melakukan hal sederhana hanya untuk memelihara kasih Tuhan yang sudah mengalir pada setiap kita.

Menemani Dr. James Watson Surabaya - Jakarta




Sepanjang hari Kamis - Sabtu, 22-24 Januari 2009 lalu bapak telah menamani Dr. James Watson, seorang profesor di bidang Reserch dan Biblika dari Colombia University, untuk melakukan perjalanan mengajar kelas CEC ACSI di Jakarta. Sungguh merupakan pengalaman yang sangat berkesan, anak-anakku, karena bapak bisa berkomunikasi banyak hal, menimba pengetahuan dari pakar pendidikan yang tinggal di South Carolina, US ini.
Setelah chek in di Twin Plaza, Slipi, Jakarta, bapak memberi kesempatan Dr. James untuk istirahat di kamarnya. Beliau pernah melakukan transplantasi hati, setelah kena hepatitis gara-gara transfusi darah. Bapak pikir dia mungkin cenderung capek dan atau gampang capek, wuih... ternyata selama kelas CEC berlangsung mulai Jumat sore hingga Sabtu sore, betapa bapak melihat ketahanan tubuhnya yang masih sangat kuat itu ditopang oleh semangant pelayanannya yang luar biasa.
Itulah, anak-anakku, ketika Tuhan mengirim kita untuk mengerjakan pekerjaan Tuhan, meski dalam situasi yang paling tidak mengenakkan sekali pun, Tuhan akan memberkati kita dengan kuasa dan kompetensi yang berasal dari-Nya. Percayalah, Raras Gagas, apa pun yang kau cita-citakan, di dalam Tuhan, mintalah kepada-Nya, dan percayalah, bahwa ketika hal itu baik bagi-Nya, kalian pun akan mendapat kuasa yang sungguh ajaib untuk melakukan pekerjaan besar bagi Tuhan. Belajarlah seperti Dr. James, RasGas, seperti bapak juga belajar kepadanya dan kepada bayak orang, dan selalu menaruh diri bapak sebagai seorang pebelajar bagi Kristus setiap hari, setiap saat, di mana pun berada.
Mari, anak-anakku, kita terus giat belajar!!
Tuhan mencurahkan berkat bagi mereka yang rindu akan pengetahuan dan hikmat dari Tuhan.

Selasa, 27 Januari 2009

Kelar Sudah Program CEC ACSI Angkatan ke-4

Syukur ke hadirat Allah Bapa, Program sertifikasi bagi pendidik Kristen Angkatan ke-4 telah ditunaikan dalam Celebrating 5th Years of God's Grace for ACSI Indonesia, pada 13 Januari 2009 di Surabaya dan 15 Januari 2009 di Jakarta.
Anak-anakku, mereka yang telah menyelesaikan program ini telah bekerja keras dalam 1 tahun terakhir, melewati 8 modul yang sangat melelahkan, dan tes actual teaching clinic serta reflectioanal retreat. Spirit besar mengawali program belajar mereka, spirit besar pula menyertai mereka tatkala mengakhirinya. Panggilan sebagai guru Kristen yang harus mampu memberi berkat dan menjadi berkat bagi lingkungannya adalah keharusan bagi para peserta itu.
Ada tuntuan besar bagi mereka untuk terus menjadi seorang pebelajar dalam Kristus, dan menjadi guru meneladani Kristus, Sang Guru Agung. Pekerjaan mengajar, mendidik, melatih, membimbing, mementor, memotiviasi, dan menginspirasi para murid setiap hari, setiap waktu, melalui media apa pun adalah harapan para peserta, agar kelak paa murid mereka menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman dan mampu menjadi garam bagi komunitas pergaulan mereka, sehingga kesejahteraan dan sukacita terus mewarnai kehidupan di tahun-tahun mendatang.
Teruslah belajar dengan giat, Raras dan Gagas!
Bersemangatlah memahami pengertian tentang kehidupan yang kaya dengan pelajaran dan permainan menyenangkan ini!
Bapak ibu terus berdoa untuk pertumbuhan kalian akan pengetahuan dan kecintaan akan Kristus yang makin mendalam!

Rabu, 17 Desember 2008

Makin Dekat, Anakku!


Suasana Natal telah tiba. Apa yang kau siapkan Raras dan Gagas? Moment ini selalu mengharu biru perasaan bapak, tahukah kenapa? Menjelang Natal pada saat bapak berusia 16 tahun, bapak menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi bapak! Saat ini, 23 tahun kemudian bapak selalu diingatkan, apakah yang udah bapak lakukan untuk sebuah pekerjaan baik bagi Tuhan....?

Bapak punya kenangan tak terlupakan atas sebuah lagu. Lagu ini bukan hanya bapak kenang ketika masa raya Paskah, tetapi juga ketika masa raya Natal tiba. Beberapa tahun menjelang bapak mengambil keputusan untuk memulai hidup baru, bapak merasa ada banyak kekuatiran dan ketakutan dalam menjalani hidup. Tatkala membaca lagu ini dalam suasana minggu advent, lagu ini justru sangat mampu berbicara kepada bapak. Kecemasan, kekuatiran dan ketakutan atas hidup langsung sirna. Pengharapan baru untuk hidup dalam damai sejahtera Tuhan, seketika bapak rasakan, bapak miliki, dan seolah tak pernah lagi meninggalkan bapak. Dan memang damai sejahtera dalam Kristus itu bapak rasakan sampai hari ini. Inilah lagu itu, lagu yang kemudian semakin terasa berarti ketika bapak menonton film Titanic sampai tujuh kali, karena dalam film itu, bapak mendengar instrumen lagu ini yang mengiringi upaya banyak penumpang menyelamatkan diri dari tenggelamnya kapal Titanic. Sejak itu , jika menyanyikan lagu ini, bapak terasa lepas dari hantaman gelombang besar kehidupan, dan lolos dari tenggelam dalam derita dunia, karena ada Yesus yang memanggul bapak. Hingga kini!


Makin dekat, Tuhan, kepadaMu, walaupun saliblah mengangkatku, inilah laguku:
Dekat kepadaMu, makin dekat, Tuhan, kepadaMu.
Berbantal batu pun 'ku mau rebah, bagai musafir yang lunglai, lelah, asal di mimpiku dekat kepadaMu; makin dekat, Tuhan, kepadaMu.
Buatlah tanggaMu tampak jelas, dan para malakMu yang bergegas mengimbau diriku dekat kepadaMu; makin dekat, Tuhan, kepadaMu.
Batu deritaku 'kan kubentuk, menjadi Betelku, kokoh teguh. Jiwaku berseru, dekat kepadaMu; makin dekat, Tuhan, kepadaMu.


Mari selalu dekat Tuhan, anak-anakku! Dialah sumber sejahtera hidupmu!

Selasa, 09 Desember 2008

PERSEKUTUAN DOA ALUMNI PMK_IMAKRIS DI KBS

Raras dan Gagas, apa kesan kalian setelah bertemu teman-teman bapak-ibu kemarin? Wah, tentu kalian sesenang bapak dan ibu, ya........ Coba kalian lihat foto itu, dari semula, 20 tahun lalu, kami para mahasiswa IKIP Malang, yang belajar melayani dengan memimpin dan memimpin dengan melayani. Kini, kami semua telah punya anak, anak-anak yang segede kalin......! Warisi semangat kebersamaan ini, anak-anakku! Warisi kemauan keras kami, untuk belajar, lalu mengabdikan diri dalam dunia kerja, dan sekarang bersemangat kembali untuk saling belajar dan mengajar. Kelak dari pertemuan ini akan lahir banyak ide baru, yang muaranya adalah spirit untuk memberdayakan orang lain agar semakin cinta kepada Tuhan. Lebih mencintai sesama. Dan Memberi diri untuk kemajuan bersama!
Belajarlah terus dari pengalaman sehari-hari, anak-anakku!

Kamis, 04 Desember 2008

Peliharalah Persahabatan!


Hampir 4 bulan ini bapak berkomunikasi dengan teman-teman bapak, para alumni mahasiswa Kristen UM (d/h IKIP Malang) secara intens. Bapak tidak menyangka, ada banyak berkat yang bapak peroleh dari interaksi ini. Anak-anakku, bersungguh-sungguhlah menjalin tertemanan, dan atau persahabatan. Berikan diri - apa pun yang kalian bisa dan mampu lakukan dengan baik - tanpa pamrih pada sahabat, sehingga kalian bisa dapatkan keajaiban dari para sahabatmu. Bapak telah memperolehnya! Dan bapak sedang memeliharanya. Terpujilah Tuhan!